๐Ÿ… Hukum Menyusui Orang Dewasa

BOLTIM(2/8) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Utara (Haris Sukamto) melalui Kepala Sub Bidang Penindakan Keimigrasian (Kumeter J. Karundeng) bersama Staff Bidang Intelijen dan Penindakan Keimgrasian Divisi Keimigrasian melaksanakan operasi mandiri di Wilayah Kabuptaten Bolaang Mongondow Timur. HukumMenyusui Orang Dewasa; Menikah Dengan Niat Cerai ; Menikah Dengan Orang Yang Berzina; Pengertian Menikah dan Hukumnya; Hukum Nikah Safar; Taubat Orang Yang Berzina; Harta Gono Gini Dalam Islam; Status Istri Yang Masuk Islam Tanpa Suami ; Status Anak Zina ; Menikah Dengan Orang Yang Hamil Karena Berzina; Hukum Melamar Perempuan Yang Sudah Muhammadmengijinkan wanita dewasa untuk menyusui pria-pria muda yang bukan anaknya. Berdasarkan Hadith, ada seorang pria yang sangat terusik oleh karena anak angkatnya tinggal di rumah yang sama dimana istrinya bebas berkeliaran tanpa memakai kerudung. Hadith berikut ini menceritakannya secara terperinci. Sahih Muslim. SUSUISTERI MILIK SUAMI..JIKA ISTERI NAK MENYUSU ANAK ORG PERLU BERITAHU SUAMI TAPI.Hukum Suami yang Meminum Air Susu Isterinya Menurut Islam..APAKAH HUKUMNYA Islam merupakan agama yang sangat terbuka dan bisa diterima oleh siapapun termasuk tentang suami minum air susu istrinya, sepanjang tidak terkait dengan deskripsi praktik dan detil ู…ุณู„ู… Dari 'Aisyah RA, bahwasanya Salim bekas budaknya Abu Hudzaifah ikut bersama Abu Hudzaifah dan keluarganya di rumah mereka. Lalu istri Abu Hudzaifah (anak perempuan Suhail), datang kepad Nabi SAW, dan berkata, "Sesungguhnya Salim (anak angkat itu) telah baligh, dan akalnya pun sebagaimana pada umumnya orang dewasa. Tidakada didunia ini manusia yang sempurna, setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus selalu disyukuri, karena kehidupan dunia merupakan ujian dan cobaan, sedangkan kehidupan akhirat adalah yang hakiki. "Jika perubahannya bersifat permanen maka hukumnya tidak boleh karena perbuatan ini menyerupai mentato, merenggangkan Adapunperempuan yang menyusui laki-laki dewasa yang bukan mahramnya apakah keduanya akan menjadi mahram dengan susuan tersebut? Para ulama dalam masalah ini berbeda pendapat: Pendapat Pertama: Bahwa menyusui waktu besar tidak bisa menjadikan mahram. Ini adalah pendapat istri-istri Rasullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan mayoritas ulama dari PendapatUlama Tentang Hukum Aqiqah. [ ุฅุฐุง ู„ู… ูŠุนู‚ ุนู†ูƒ ูุนู‚ ุนู† ู†ูุณูƒ ูˆุฅู† ูƒู†ุช ุฑุฌู„ุงู‹ ]. "Jika belum diaqiqahi atasmu,maka aqiqahkanlah atas dirimu,meskipun kamu seorang lelaki dewasa."Lihat Kitab Al Muhalla, 2/204 dan Syarh As Sunnah, 11/264. [ ุนู‚ู‚ุช ุนู† ู†ูุณูŠ ุจุจุฎุชูŠุฉ ุจุนุฏ ุฃู† ูƒู†ุช ุฑุฌู„ุงู‹ ]. Manokwari- Bertempat di Ruang Rapat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Papua Barat, dilaksanakan kegiatan Penandatanganan Kontrak Addendum Pelaksanaan Bantuan Hukum bagi Orang Miskin atau Kelompok Orang Miskin Tahun Anggaran 2022 Antara Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Papua Barat dengan Organisasi Bantuan Hukum yang berada di wilayah Papua Barat, Kamis (04/08/2022). . ุจูุณู’ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู…ู ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽุงู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู’ู… Pendapat Para Ulama Tentang Menyusui Orang Dewasa ุนูŽู†ู’ ุฒูŽูŠู’ู†ูŽุจูŽ ุจูู†ู’ุชู ุงูู…ู‘ู ุณูŽู„ูŽู…ูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ุงูู…ู‘ู ุณูŽู„ูŽู…ูŽุฉูŽ ู„ูุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุงูู†ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒู ุงู’ู„ุบูู„ุงูŽู…ู ุงู’ู„ุงูŽูŠู’ููŽุนู ุงู„ู‘ูŽุฐูู‰ ู…ูŽุง ุงูุญูุจู‘ู ุงูŽู†ู’ ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู‘ูŽุŸ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉู ุงูŽู…ูŽุง ู„ูŽูƒู ููู‰ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุต ุงูุณู’ูˆูŽุฉูŒ ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉูŒุŸ ูˆูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ุงูู†ู‘ูŽ ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉูŽ ุงูŽุจูู‰ ุญูุฐูŽูŠู’ููŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŒ ุงูู†ู‘ูŽ ุณูŽุงู„ูู…ู‹ุง ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ุนูŽู„ูŽูŠู‘ูŽ ูˆูŽ ู‡ููˆูŽ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ูˆูŽ ููู‰ ู†ูŽูู’ุณู ุงูŽุจูู‰ ุญูุฐูŽูŠู’ููŽุฉูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ุดูŽูŠู’ุกูŒุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุต ุงูŽุฑู’ุถูุนููŠู’ู‡ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒู. ุงุญู…ุฏ ูˆ ู…ุณู„ู… Dari Zainab binti Ummu Salamah, ia berkata Ummu Salamah berkata kepada Aโ€™isyah, โ€œSesungguhnya ada seorang yang sudah baligh keluar-masuk ke rumahmu yang aku sendiri tidak menyukai ia masuk rumahkuโ€. Lalu Aisyah menjawab, โ€œTidakkah pada diri Rasulullah SAW ada suri teladan yang baik bagimu?โ€. Dan Aisyah berkata lagi Sesungguhnya istri Abu Hudzaifah pernah berkata, โ€œYa Rasulullah, sesungguhnya Salim keluar masuk rumah-ku, sedang ia kini telah dewasa sedangkan pada diri Abu Hudzaifah ada sesuatu terhadapnya, yang demikian itu bagaimana?โ€. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, โ€œSusuilah ia, sehingga ia boleh keluar masuk rumahmuโ€. [HR. Ahmad dan Muslim]. ูˆ ูู‰ ุฑูˆุงูŠุฉ ุนูŽู†ู’ ุฒูŽูŠู’ู†ูŽุจูŽ ุนูŽู†ู’ ุงูู…ู‘ูู‡ูŽุง ุงูู…ู‘ู ุณูŽู„ูŽู…ูŽุฉูŽ ุงูŽู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ุงูŽุจูŽู‰ ุณูŽุงุฆูุฑู ุงูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุต ุงูŽู†ู’ ูŠูุฏู’ุฎูู„ู’ู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู†ู‘ูŽ ุงูŽุญูŽุฏู‹ุง ุจูุชูู„ู’ูƒูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุถูŽุงุนูŽุฉู ูˆูŽ ู‚ูู„ู’ู†ูŽ ู„ูุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ู…ูŽุง ู†ูŽุฑูŽู‰ ู‡ุฐูŽุง ุงูู„ุงู‘ูŽ ุฑูุฎู’ุตูŽุฉู‹ ุงูŽุฑู’ุฎูŽุตูŽู‡ูŽุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุต ู„ูุณูŽุงู„ูู…ู ุฎูŽุงุตู‘ูŽุฉู‹ุŒ ููŽู…ูŽุง ู‡ููˆูŽ ุจูุฏูŽุงุฎูู„ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุงูŽุญูŽุฏูŒ ุจูู‡ุฐูู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุถูŽุงุนูŽุฉูุŒ ูˆูŽ ู„ุงูŽ ุฑูŽุงุฆููŠู’ู†ู‹ุง. ุงุญู…ุฏ ูˆ ู…ุณู„ู… ูˆ ุงู„ู†ุณุงุฆู‰ ูˆ ุงุจู† ู…ุงุฌู‡ Dan dalam riwayat lain dari Zainab dari Ibunya yaitu Ummu Salamah, bahwa sesungguhnya Ummu Salamah berkata Seluruh istri-istri Nabi SAW menolak keluar-masuk rumah mereka dengan cara susuan seperti itu, dan mereka juga pernah menyanggah Aisyah, โ€œTidakkah engkau tahu, bahwa itu hanya suatu keringanan yang dikhususkan oleh Rasulullah SAW buat Salim saja?. Maka tidaklah seseorang boleh masuk rumah kami dengan susuan seperti itu dan juga tidak boleh melihat kamiโ€. [HR. Ahmad, Muslim, Nasaโ€™i dan Ibnu Majah]. ุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ุฌูŽุงุกูŽุชู’ ุณูŽู‡ู’ู„ูŽุฉู ุจูู†ู’ุชู ุณูู‡ูŽูŠู’ู„ู ุงูู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุต ููŽู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŒ ุงูู†ู‘ูู‰ ุงูŽุฑูŽู‰ ููู‰ ูˆูŽุฌู’ู‡ู ุงูŽุจูู‰ ุญูุฐูŽูŠู’ููŽุฉูŽ ู…ูู†ู’ ุฏูุฎููˆู’ู„ู ุณูŽุงู„ูู…ู ูˆูŽ ู‡ููˆูŽ ุญูŽู„ููŠู’ููู‡ู. ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจูŠู‘ู ุต ุงูŽุฑู’ุถูุนููŠู’ู‡ู. ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ูˆูŽ ูƒูŽูŠู’ููŽ ุงูุฑู’ุถูุนูู‡ู ูˆูŽ ู‡ููˆูŽ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ูƒูŽุจููŠู’ุฑูŒุŸ ููŽุชูŽุจูŽุณู‘ูŽู…ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุต ูˆูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุฏู’ ุนูŽู„ูู…ู’ุชู ุงูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุฑูŽุฌูู„ูŒ ูƒูŽุจููŠู’ุฑูŒ. ู…ุณู„ู… Dari Aisyah, ia berkata Sahlah binti Suhail istri Abu Hudzaifah datang kepada Nabi SAW lalu bertanya, โ€œYa Rasulullah, sesungguhnya aku melihat perubahan wajah Abu Hudzaifah berkenaan dengan keberadaan Salim di rumah kami, bagaimanakah yang demikian itu?โ€. Salim adalah anak angkatnya. Nabi SAW bersabda, โ€œSusuilah dia!โ€. Sahlah berkata, โ€œBagaimana aku menyusuinya sedangkan dia adalah seorang laki-laki yang sudah besar?โ€. Maka Rasulullah SAW tersenyum lalu bersabda, โ€œAku tahu dia itu seorang laki-laki yang sudah besarโ€. [HR. Muslim] ุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุงูŽู†ู‘ูŽ ุณูŽุงู„ูู…ู‹ุง ู…ูŽูˆู’ู„ูŽู‰ ุงูŽุจูู‰ ุญูุฐูŽูŠู’ููŽุฉูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูŽุนูŽ ุงูŽุจูู‰ ุญูุฐูŽูŠู’ููŽุฉูŽ ูˆูŽ ุงูŽู‡ู’ู„ูู‡ู ููู‰ ุจูŽูŠู’ุชูู‡ูู…ู’. ููŽุงูŽุชูŽุชู’ ุชูŽุนู’ู†ูู‰ ุงูุจู’ู†ูŽุฉูŽ ุณูู‡ูŽูŠู’ู„ู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ุงูู†ู‘ูŽ ุณูŽุงู„ูู…ู‹ุง ู‚ูŽุฏู’ ุจูŽู„ูŽุบูŽ ู…ูŽุง ูŠูŽุจู’ู„ูุบู ุงู„ุฑู‘ูุฌูŽุงู„ูุŒ ูˆูŽ ุนูŽู‚ูŽู„ูŽ ู…ูŽุง ุนูŽู‚ูŽู„ููˆู’ุงุŒ ูˆูŽ ุงูู†ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ูˆูŽ ุงูู†ู‘ูู‰ ุงูŽุธูู†ู‘ู ุงูŽู†ู‘ูŽ ููู‰ ู†ูŽูู’ุณู ุงูŽุจูู‰ ุญูุฐูŽูŠู’ููŽุฉูŽ ู…ูู†ู’ ุฐู„ููƒูŽ ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง. ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุต ุงูŽุฑู’ุถูุนููŠู’ู‡ูุŒ ุชูŽุญู’ุฑูู…ูู‰ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽ ูŠูŽุฐู’ู‡ูŽุจู ุงู„ู‘ูŽุฐูู‰ ููู‰ ู†ูŽูู’ุณู ุงูŽุจูู‰ ุญูุฐูŽูŠู’ููŽุฉูŽ. ููŽุฑูŽุฌูŽุนูŽุชู’ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ุงูู†ู‘ูู‰ ู‚ูŽุฏู’ ุงูŽุฑู’ุถูŽุนู’ุชูู‡ูุŒ ููŽุฐูŽู‡ูŽุจูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐูู‰ ููู‰ ู†ูŽูู’ุณู ุงูŽุจูู‰ ุญูุฐูŽูŠู’ููŽุฉูŽ. ู…ุณู„ู… Dari Aisyah RA, bahwasanya Salim bekas budaknya Abu Hudzaifah ikut bersama Abu Hudzaifah dan keluarganya di rumah mereka. Lalu istri Abu Hudzaifah anak perempuan Suhail, datang kepada Nabi SAW, dan berkata, โ€œSesungguhnya Salim telah baligh, dan akalnya pun sebagaimana pada umumnya orang dewasa. Dan dia berada di rumah kami. Sedangkan aku menyangka bahwa pada diri Abu Hudzaifah ada sesuatu kecemburuan berkenaan dengan hal itu, bagaimanakah yang demikian itu?โ€. Nabi SAW bersabda kepadanya, โ€œSusuilah dia, maka kamu menjadi haram kepadanya dan akan hilanglah sesuatu yang ada pada diri Abu Hudzaifahโ€. Lalu Sahlah pulang. Kemudian ia berkata, โ€œSungguh aku telah menyusuinyaโ€. Maka hilanglah sesuatu yang ada pada diri Abu Hudzaifah. [HR. Muslim] ุนูŽู†ู’ ุงูู…ู‘ู ุณูŽู„ูŽู…ูŽุฉูŽ ุฑุถ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุต ู„ุงูŽ ูŠูุญูŽุฑู‘ูู…ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุถูŽุงุนู ุงูู„ุงู‘ูŽ ู…ูŽุง ููŽุชูŽู‚ูŽ ุงู’ู„ุงูŽู…ู’ุนูŽุงุกูŽ ููู‰ ุงู„ุซู‘ูŽุฏู’ูŠูุŒ ูˆูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู’ู„ููุทูŽุงู…ู. ุงู„ุชุฑู…ุฐู‰ ูˆ ุตุญุญู‡ Dari Ummu Salamah RA, ia berkata Rasulullah SAW bersabda, โ€œTidak dapat menjadikan mahram melainkan susuan yang memberi bekas pada perut dengan susuan itu, dan hal itu terjadi pada waktu anak tersebut belum disapihโ€. [HR. Tirmidzi dan ia mengesahkannya]. ุนูŽู†ู ุงุจู’ู†ู ุนููŠูŽูŠู’ู†ูŽุฉูŽ ุนูŽู†ู’ ุนูŽู…ู’ุฑููˆ ุจู’ู†ู ุฏููŠู’ู†ูŽุงุฑู ุนูŽู†ู ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจู‘ูŽุงุณู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุต ู„ุงูŽ ุฑูŽุถูŽุงุนูŽ ุงูู„ุงู‘ูŽ ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ููู‰ ุงู’ู„ุญูŽูˆู’ู„ูŽูŠู’ู†ู. ุงู„ุฏุงุฑู‚ุทู†ู‰ Dari Ibnu Uyainah dari Amr bin Dinar dari Ibnu Abbas, ia berkata Nabi SAW bersabda, โ€œTidak ada susuan melainkan yang berlangsung dalam usia dua tahunโ€. [HR. Daruquthni]. ุนูŽู†ู ุงุจู’ู†ู ู…ูŽุณู’ุนููˆู’ุฏู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุต ู„ุงูŽ ุฑูŽุถูŽุงุนูŽ ุงูู„ุงู‘ูŽ ู…ูŽุง ุงูŽู†ู’ุดูŽุฒูŽ ุงู’ู„ุนูŽุธู’ู…ูŽ ูˆูŽ ุงูŽู†ู’ุจูŽุชูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽุญู’ู…ูŽ. ุงุจูˆ ุฏุชูˆุฏ Dari Ibnu Masโ€™ud, ia berkata Rasulullah SAW bersabda, โ€œTidak ada penyusuan melainkan apa yang menguatkan tulang dan menumbuhkan dagingโ€. [HR. Abu Dawud] ุนูŽู†ู’ ุฌูŽุงุจูุฑู ุนูŽู†ู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุต ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ุงูŽ ุฑูŽุถูŽุงุนูŽ ุจูŽุนู’ุฏูŽ ููุตูŽุงู„ู ูˆูŽ ู„ุงูŽ ูŠูุชู’ู…ูŽ ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงุญู’ุชูู„ุงูŽู…ู. ุงุจูˆ ุฏุงูˆุฏ ูˆ ุงู„ุทูŠุงู„ูŠุณู‰ ูู‰ ู…ุณู†ุฏู‡ Dari Jabir dari Nabi SAW, ia berkata, โ€œTidak ada susuan sesudah disapih dan tidak ada yatim sesudah balighโ€. [HR. Abu Dawud Ath-Thayalisi dalam musnadnya]. ุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุฑุถ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู‘ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุต ูˆูŽ ุนูู†ู’ุฏูู‰ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูŽู†ู’ ู‡ุฐูŽุงุŸ ู‚ูู„ู’ุชู ุงูŽุฎูู‰ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุถูŽุงุนูŽุฉู. ู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุง ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉู ุงูู†ู’ุธูุฑู’ู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุงูุฎู’ูˆูŽุงู†ููƒูู†ู‘ูŽุŒ ููŽุงูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุงู„ุฑู‘ูŽุถูŽุงุนูŽุฉู ู…ูู†ูŽ ุงู’ู„ู…ูŽุฌูŽุงุนูŽุฉู. ุงู„ุฌู…ุงุนุฉ ุงู„ุง ุงู„ุชุฑู…ุฐู‰ Dari Aisyah RA, ia berkata Rasulullah SAW pernah masuk rumahku, sedang di sisiku ada seorang laki-laki, kemudian beliau bertanya, โ€œSiapa dia ini?โ€. Aku menjawab, โ€œSaudaraku sepesusuanโ€. Beliau bersabda, โ€œHai Aisyah, perhatikanlah saudara-saudaramu, karena sebenarnya radlaโ€™ah susuan yang dianggap itu ialah susuan yang dapat menutup rasa laparโ€. [HR. Jamaah kecuali Tirmidzi] Keterangan Tentang menyusui orang dewasa tersebut, para ulama terjadi tiga perbedaan pendapat antara lain1. Pendapat pertamaMengemukakan bahwa menyusui orang dewasa itu boleh dan sah berdasarkan hadits riwayat Aisyah tentang penyusuan Salim tersebut. 2. Pendapat keduaMengemukakan bahwa menyusui orang dewasa itu tidak boleh dan tidak sah, berdasarkanSabda Rasulullah SAW, โ€œTidak menjadikan haram suatu penyusuan, kecuali yang memberi bekas pada perut dan adanya pada waktu kecil dan sebelum disapihโ€. [HR. Tirmidzi]Sabda Rasulullah SAW, โ€œTidak ada penyusuan, kecuali yang terjadi dalam dua tahunโ€. [HR. Daruquthni]Sabda Rasulullah SAW, โ€œTidak ada penyusuan sesudah diputuskan disapihโ€. [HR. Abu Dawud Ath-Thayalisi]Sabda Rasulullah SAW, โ€œTidak ada penyusuan melainkan yang bisa menutup rasa laparโ€. [HR. Jamaah kecuali Tirmidzi. Maksudnya, tidak dinamakan penyusuan melainkan apabila si anak itu lapar maka susu ibu itulah yang bisa Allah pada surat Al-Baqarah ayat 233 yang menyebutkan bahwa masa penyusuan itu dua alasan-alasan tersebut, maka ulama golongan ini berpendapat bahwa penyusuan yang dianggap bisa menjadikan sebagai anak susu tersebut hanya penyusuan yang terjadi pada waktu anak itu masih kecil yaitu masih dalam masa penyusuan. Maka penyusuan yang telah lewat dari masa penyusuan itu tidak sah. Apalagi penyusuan kepada orang yang sudah baligh, karena untuk menyusuinya itu sendiri perlu dilanggar satu larangan, yaitu membuka aurat perempuan kepada orang yang tidak halal dibukakan aurat kepadanya. Adapun penyusuan kepada Salim tersebut adalah khususiyah untuk Salim saja tidak untuk yang lain. 3. Pendapat ketigaMengemukanan bahwa menyusui orang dewasa itu pada dasarnya adalah tidak boleh dan tidak sah. Dalilnya sebagaimana yang dikemukakan oleh pendapat ke-II. Namun apabila memang keadaannya seperti kasusnya Salim tersebut, yaitu anak yang telah dipeliharanya sejak kecil dan berat untuk menyingkirkannya dari rumah itu, maka berdasarkan hadits tentang penyusuan Salim tersebut, hal ini dibolehkan dan sah menjadi anak susu. Demikianlah pendapat para ulama tentang menyusui orang dewasa. ูˆูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุงูŽุนู’ู„ูู…ู ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽูƒูŽ ุงู„ู„ู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ูˆูŽ ุจูุญูŽู…ู’ุฏููƒูŽ ุงูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุงูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุงูู„ู‡ูŽ ุงูู„ุงูŽู‘ ุงูŽู†ู’ุชูŽ ุงูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููƒูŽ ูˆูŽ ุงูŽุชููˆู’ุจู ุงูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ Ketiga redaksi hadits di atas; mulai dari redaksi hadits yang berisi perintah untuk menyusui Salim, menjadikannya mahram dengan disusui, sampai redaksi perintah menyusuinya lima kali, menunjukan bahwa menyusui anak angkat yang sudah dewasa dan menjadikannya mahram mendapatkan locus dan apakah hadits-hadits di atas mutlak diberlakukan untuk siapa saja; selama disusui walaupun sudah dewasa maka statusnya akan menjadi mahram? Lalu bagaimana dengan suami yang menelan air susu intrinya? Apakah lantas kemudian status pernikahanya menjadi fasakh?Pertanyaan-pertanyaan di atas menjadi sangat kontroversi setelah didapati ayat dan hadits yang menunjukan bahwa yang menyebabkan kemahraman seseorang adalah ketika disusui pada usia dua tahun ke bahwa. ูˆูŽุงู„ู’ูˆูŽุงู„ูุฏูŽุงุชู ูŠูุฑู’ุถูุนู’ู†ูŽ ุฃูŽูˆู’ู„ูŽุงุฏูŽู‡ูู†ู‘ูŽ ุญูŽูˆู’ู„ูŽูŠู’ู†ู ูƒูŽุงู…ูู„ูŽูŠู’ู†ู ู„ูู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุฑูŽุงุฏูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุชูู…ู‘ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุถูŽุงุนูŽุฉูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ู„ููˆุฏู ู„ูŽู‡ู ุฑูุฒู’ู‚ูู‡ูู†ู‘ูŽ ูˆูŽูƒูุณู’ูˆูŽุชูู‡ูู†ู‘ูŽ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู ู„ูŽุง ุชููƒูŽู„ู‘ูŽูู ู†ูŽูู’ุณูŒ ุฅูู„ู‘ูŽุง ูˆูุณู’ุนูŽู‡ูŽุง ู„ูŽุง ุชูุถูŽุงุฑู‘ูŽ ูˆูŽุงู„ูุฏูŽุฉูŒ ุจููˆูŽู„ูŽุฏูู‡ูŽุง ูˆูŽู„ูŽุง ู…ูŽูˆู’ู„ููˆุฏูŒ ู„ูŽู‡ู ุจููˆูŽู„ูŽุฏูู‡ู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ูˆูŽุงุฑูุซู ู…ูุซู’ู„ู ุฐูŽู„ููƒูŽ ููŽุฅูู†ู’ ุฃูŽุฑูŽุงุฏูŽุง ููุตูŽุงู„ู‹ุง ุนูŽู†ู’ ุชูŽุฑูŽุงุถู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ูŽุง ูˆูŽุชูŽุดูŽุงูˆูุฑู ููŽู„ูŽุง ุฌูู†ูŽุงุญูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ูŽุง ูˆูŽุฅูู†ู’ ุฃูŽุฑูŽุฏู’ุชูู…ู’ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุณู’ุชูŽุฑู’ุถูุนููˆุง ุฃูŽูˆู’ู„ูŽุงุฏูŽูƒูู…ู’ ููŽู„ูŽุง ุฌูู†ูŽุงุญูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุฅูุฐูŽุง ุณูŽู„ู‘ูŽู…ู’ุชูู…ู’ ู…ูŽุง ุขุชูŽูŠู’ุชูู…ู’ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู ูˆูŽุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽุงุนู’ู„ูŽู…ููˆุง ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุจูู…ูŽุง ุชูŽุนู’ู…ูŽู„ููˆู†ูŽ ุจูŽุตููŠุฑูŒ 233Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara maโ€™ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. apabila keduanya ingin menyapih sebelum dua tahun dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan. QS. Al-Baqarah [2] 233ูˆูŽูˆูŽุตู‘ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุงู„ู’ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ูŽ ุจููˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู’ู‡ู ุญูŽู…ูŽู„ูŽุชู’ู‡ู ุฃูู…ู‘ูู‡ู ูˆูŽู‡ู’ู†ู‹ุง ุนูŽู„ูŽู‰ ูˆูŽู‡ู’ู†ู ูˆูŽููุตูŽุงู„ูู‡ู ูููŠ ุนูŽุงู…ูŽูŠู’ู†ู ุฃูŽู†ู ุงุดู’ูƒูุฑู’ ู„ููŠ ูˆูŽู„ููˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู’ูƒูŽ ุฅูู„ูŽูŠู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุตููŠุฑู 14Dan Kami perintahkan kepada manusia berbuat baik kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. QS. Luqman [31] 14ุนูŽู†ู’ ุงูู…ูู‘ ุณูŽู„ูŽู…ูŽุฉูŽ ุฑุถ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุต ู„ุงูŽ ูŠูุญูŽุฑูู‘ู…ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุถูŽุงุนู ุงูู„ุงูŽู‘ ู…ูŽุง ููŽุชูŽู‚ูŽ ุงู’ู„ุงูŽู…ู’ุนูŽุงุกูŽ ููู‰ ุงู„ุซูŽู‘ุฏู’ูŠูุŒ ูˆูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู’ู„ููุทูŽุงู…ู. ุงู„ุชุฑู…ุฐู‰ ูˆ ุตุญุญู‡Dari Ummu Salamah radhiya-Llahu anhu, ia berkata โ€œRasulullah saw bersabda, โ€œTidak dapat menjadikan mahram melainkan susuan yang memberi bekas pada perut dengan susuan itu, dan hal itu terjadi pada waktu anak tersebut belum disapihโ€. HR. Tirmidzi dan ia mengesahkannya.ุนูŽู†ู ุงุจู’ู†ู ุนููŠูŽูŠู’ู†ูŽุฉูŽ ุนูŽู†ู’ ุนูŽู…ู’ุฑููˆ ุจู’ู†ู ุฏููŠู’ู†ูŽุงุฑู ุนูŽู†ู ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจูŽู‘ุงุณู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุต ู„ุงูŽ ุฑูŽุถูŽุงุนูŽ ุงูู„ุงูŽู‘ ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ููู‰ ุงู’ู„ุญูŽูˆู’ู„ูŽูŠู’ู†ู. ุงู„ุฏุงุฑู‚ุทู†ู‰ Dari Ibnu Uyainah dari Amr bin Dinar dari Ibnu Abbas, ia berkata โ€œNabi saw bersabda, โ€œTidak ada susuan melainkan yang berlangsung dalam usia dua tahunโ€. HR. Daruquthni.ุนูŽู†ู ุงุจู’ู†ู ู…ูŽุณู’ุนููˆู’ุฏู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุต ู„ุงูŽ ุฑูŽุถูŽุงุนูŽ ุงูู„ุงูŽู‘ ู…ูŽุง ุงูŽู†ู’ุดูŽุฒูŽ ุงู’ู„ุนูŽุธู’ู…ูŽ ูˆูŽ ุงูŽู†ู’ุจูŽุชูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ุญู’ู…ูŽ. ุงุจูˆ ุฏุชูˆุฏDari Ibnu Masโ€™ud, ia berkata โ€œRasulullah saw bersabda, โ€œTidak ada penyusuan melainkan apa yang menguatkan tulang dan menumbuhkan dagingโ€. [HR. Abu Dawud]ุนูŽู†ู’ ุฌูŽุงุจูุฑู ุนูŽู†ู ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุต ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ุงูŽ ุฑูŽุถูŽุงุนูŽ ุจูŽุนู’ุฏูŽ ููุตูŽุงู„ู ูˆูŽ ู„ุงูŽ ูŠูุชู’ู…ูŽ ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงุญู’ุชูู„ุงูŽู…ู. ุงุจูˆ ุฏุงูˆุฏ ูˆ ุงู„ุทูŠุงู„ูŠุณู‰ ูู‰ ู…ุณู†ุฏู‡Dari Jabir dari Nabi saw, ia berkata, โ€œTidak ada susuan sesudah disapih dan tidak ada yatim sesudah balighโ€. [HR. Abu Dawud Ath-Thayalisi dalam musnadnya].ุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุฑุถ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠูŽู‘ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุต ูˆูŽ ุนูู†ู’ุฏูู‰ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูŽู†ู’ ู‡ุฐูŽุงุŸ ู‚ูู„ู’ุชู ุงูŽุฎูู‰ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุถูŽุงุนูŽุฉู. ู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุง ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉู ุงูู†ู’ุธูุฑู’ู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุงูุฎู’ูˆูŽุงู†ููƒูู†ูŽู‘ุŒ ููŽุงูู†ูŽู‘ู…ูŽุง ุงู„ุฑูŽู‘ุถูŽุงุนูŽุฉู ู…ูู†ูŽ ุงู’ู„ู…ูŽุฌูŽุงุนูŽุฉู. ุงู„ุฌู…ุงุนุฉ ุงู„ุง ุงู„ุชุฑู…ุฐู‰Dari Aisyah ra, ia berkata โ€œRasulullah saw pernah masuk rumahku, sedang di sisiku ada seorang laki-laki, kemudian beliau bertanya, โ€œSiapa dia ini ?โ€. Aku menjawab, โ€œSaudaraku sepesusuanโ€. Beliau bersabda, โ€œHai Aisyah, perhatikanlah saudara-saudaramu, karena sebenarnya radlaโ€™ah susuan yang dianggap itu ialah susuan yang dapat menutup rasa laparโ€. [HR. Jamaah kecuali Tirmidzi]Kontroversi antara hadits-hadits yang menerangkan kebolehan menyusui anak angkat yang sudah dewasa dengan hadits-hadits yang menerangkan batasan menyusui hanya bagi bayi di bawah umur dua tahun menjadi sulit terpecahkan. Oleh karena itu, diperlukan analisis hadits dari sudut matannya, hingga kemudian dapat dipahami maksud dari hadits-hadits yang dipandang kontroversi sudut pandang matannya; pertama, perintah Nabi shalla-Llahu alaihi wa sallam yang memerintahkan Sahlah untuk menyusui anak angkatnya yang sudah dewasa Salim berangkat dari adanya rasa cemburu suaminya yang melihat Salim, anak angkatnya yang sudah dewasa, keluar masuk rumah begitu saja. Kedua, Sahlah pun pada dasarnya menolak untuk menyusuinya mengingat Salim yang sudah dewasa. Ketiga, motif Nabi shalla-Llahu alaihi wa sallam memerintahkan Sahlah menyusuinya adalah untuk menjadikannya mahram; anak sepersusuan. Keempat, pemberian susu kepada Salim tidak secara langsung akan tetapi melalui bejana atau wadah. Hal itu berdasarkan beberapa asalan. Pertama, haramnya seseorang yang bukan mahram melihat aurat orang lain. Kedua, haramnya bersentuhan kulit dengan yang bukan mahram. Bagaimana mungkin Nabi saw memahramkan seseorang dengan cara yang syariat sendiri ulama ilmu Nahwu, Ibnu Qutaibah ad-Dinuri pernah mengomentari hadist tersebut. Ia mengatakan โ€œNabi hendak memahramkan Salim dan Sahlah. Beliau juga ingin mempersatukan mereka dalam satu rumah tanpa ada rasa canggung di antara mereka. D an beliau juga mau menghilangkan rasa cemburu pada diri Abu Hudzaifah sekaligus merasa senang dengan keberadaan Salim dirumahnya. Nabi berkata โ€Susuilah iaโ€, namun Nabi tidak mengatakan โ€œLetakkan payudaramu di mulutnyaโ€. Beliau tidak mengatakan hal itu karena yang beliau inginkan adalah โ€Keluarkanlah air susumu pada suatu tempat, lalu berikanlah kepadanya agar ia dapat meminumnyaโ€. Inilah makna yang sebenarnya, tidak ada dan tidak boleh dimaknai dengan interpretasi yang lain. Pasalnya Salim tidak diperbolehkan untuk melihat bagian tubuh Sahlah sebelum ditetapkan baginya hukum penyusuan, maka bagaimana mungkin ia di perbolehkan untuk berbuat sesuatu yang diharamkan baginya meminumnya secara langsung, atau berbuat sesuatu yg tidak dapat dijamin syahwatnya akan terjaga? Ibnu Qutaibah Taโ€™wil Mukhtalaf al-Hadist terdapat pula hadits-hadits mursal yang menyatakan bahwa penyusuan itu memakai bejana dan tidak secara langsung. Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam jalur periwayatan Ibnu Saโ€™ad menyebutkan dari Muhammad bin Abdillah bin Az-Zuhri dari ayahnya ia berkata โ€œKetika Sahlah ingin memberikan air susunya kepada Salim Sahlah menuangkan air susunya pada sebuah wadah, lalu Salim meminum air susu tersebut dari tempatnya setiap hari. Setelah lima hari Salim meminum susu tersebut maka ia diperbolehkan untuk bertemu Sahlah meski dalam keadaan tanpa menggunakan tutup kepala jilbab, sebagai keringanan yang diberikan Nabi kepada Sahlah. Kitab Thabaqat Al-Kubra 8/271 dan Kitab Al-Ishabah karya Ibnu Hajar 7/716ุฃูŽุฎู’ุจูŽุฑูŽู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ุจู’ู†ู ุนูู…ูŽุฑูŽ ุญูŽุฏูŽู‘ุซูŽู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ุจู’ู†ู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงุจู’ู†ู ุฃูŽุฎููŠ ุงู„ุฒูู‘ู‡ู’ุฑููŠูู‘ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุญู’ู„ูุจู ูููŠ ู…ูุณู’ุนูŽุทู ุฃูŽูˆู’ ุฅูู†ูŽุงุกู ู‚ูŽุฏู’ุฑูŽ ุฑูŽุถู’ุนูŽุฉู ููŽูŠูŽุดู’ุฑูŽุจูู‡ู ุณูŽุงู„ูู…ูŒ ูƒูู„ูŽู‘ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุฎูŽู…ู’ุณูŽุฉูŽ ุฃูŽูŠูŽู‘ุงู…ู. ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุจูŽุนู’ุฏู ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ูˆูŽู‡ููŠูŽ ุญูŽุงุณูุฑูŒ ุฑูุฎู’ุตูŽุฉู‹ ู…ูู†ู’ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู„ูุณูŽู‡ู’ู„ูŽุฉูŽ ุจู†ุช menceritakan kepada kami Muhammad bin Umar, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah putra saudaranya az-Zuhri dari ayahnya ia berkata, โ€œIa menuangkan susu ke dalam wadah atau bejana dengan takaran satu penyusuan. Lalu Salim meminumnya setiap hari selama lima hari. Dan setelah itu, Salim pun memasuki rumah Sahlah sedangkan dia tidak memakai jilbab sebagai bentuk rukhsah dari Rasulullah untuk Sahlah binti ini menguatkan bahwa proses penyusuan Sahlah terhadap Salim tidak secara langsung; melainkan melalui bejana atau kelima, terjadinya perbedaan pendapat antara Aisyah dengan istri-istri Nabi lainnya. Dimana Aisyah menjadikan kasus Salim sebagai bentuk legitimasi bolehnya menjadikan lelaki dewasa saudara sesusu. Sedangkan istri-istri Nabi lainnya menjadikan kasus Salim sebagai bentuk kehkhususan saja yang tidak berlaku untuk yang ุฒูŽูŠู’ู†ูŽุจูŽ ุนูŽู†ู’ ุงูู…ูู‘ู‡ูŽุง ุงูู…ูู‘ ุณูŽู„ูŽู…ูŽุฉูŽ ุงูŽู†ูŽู‘ู‡ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ุงูŽุจูŽู‰ ุณูŽุงุฆูุฑู ุงูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌู ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุต ุงูŽู†ู’ ูŠูุฏู’ุฎูู„ู’ู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู†ูŽู‘ ุงูŽุญูŽุฏู‹ุง ุจูุชูู„ู’ูƒูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุถูŽุงุนูŽุฉู ูˆูŽ ู‚ูู„ู’ู†ูŽ ู„ูุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ู…ูŽุง ู†ูŽุฑูŽู‰ ู‡ุฐูŽุง ุงูู„ุงูŽู‘ ุฑูุฎู’ุตูŽุฉู‹ ุงูŽุฑู’ุฎูŽุตูŽู‡ูŽุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุต ู„ูุณูŽุงู„ูู…ู ุฎูŽุงุตูŽู‘ุฉู‹ุŒ ููŽู…ูŽุง ู‡ููˆูŽ ุจูุฏูŽุงุฎูู„ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุงูŽุญูŽุฏูŒ ุจูู‡ุฐูู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ุถูŽุงุนูŽุฉูุŒ ูˆูŽ ู„ุงูŽ ุฑูŽุงุฆููŠู’ู†ู‹ุง. ุงุญู…ุฏ ูˆ ู…ุณู„ู… ูˆ ุงู„ู†ุณุงุฆู‰ ูˆ ุงุจู† ู…ุงุฌู‡Dari Zainab dari Ibunya yaitu Ummu Salamah, bahwa sesungguhnya Ummu Salamah berkata โ€œSeluruh istri-istri Nabi saw menolak keluar-masuk rumah mereka dengan cara susuan seperti itu, dan mereka juga pernah menyanggah Aisyah, โ€œTidakkah engkau tahu, bahwa itu hanya suatu keringanan yang dikhususkan oleh Rasulullah saw buat Salim saja?โ€. Maka tidaklah seseorang boleh masuk rumah kami dengan susuan seperti itu dan juga tidak boleh melihat kamiโ€. HR. Ahmad, Muslim, Nasaโ€™i dan Ibnu Majah.ุฃูŽุฎู’ุจูŽุฑูŽู†ูŽุง ูŠููˆู†ูุณู ุจู’ู†ู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ุฃูŽุนู’ู„ูŽู‰ ุงู„ุตู‘ูŽุฏูŽูููŠู‘ู ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุงุจู’ู†ู ูˆูŽู‡ู’ุจู ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุฎู’ุจูŽุฑูŽู†ููŠ ูŠููˆู†ูุณู ุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุงุจู’ู†ู ูŠูŽุฒููŠุฏูŽ ุŒ ูˆูŽู…ูŽุงู„ููƒูŒ ุŒ ุนูŽู†ู ุงุจู’ู†ู ุดูู‡ูŽุงุจู ุŒ ุนูŽู†ู’ ุนูุฑู’ูˆูŽุฉูŽ ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุจูŽู‰ ุณูŽุงุฆูุฑู ุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู†ู‘ูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุจูุชูู„ู’ูƒูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุถูŽุงุนูŽุฉู ูŠูุฑููŠุฏู ุฑูŽุถูŽุงุนูŽุฉู ุงู„ู’ูƒูŽุจููŠุฑู ุŒ ูˆูŽู‚ูู„ู’ู†ูŽ ู„ูุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุŒ ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽุง ู†ูŽุฑูŽู‰ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุฃูŽู…ูŽุฑูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุณูŽู‡ู’ู„ูŽุฉูŽ ุจูู†ู’ุชูŽ ุณูู‡ูŽูŠู’ู„ู ุŒ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุฑูุฎู’ุตูŽุฉู‹ ูููŠ ุฑูŽุถูŽุงุนูŽุฉู ุณูŽุงู„ูู…ู ุŒ ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ุงูŽ ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ุจูู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุถู’ุนูŽุฉู ุŒ ูˆูŽู„ุงูŽ mengabarkan kepada kami Yunus bin Abdul Aโ€™la ash-Shadafi ia berkata, โ€œTelah menceritakan kepada kami Ibnu Wahab ia berkata, โ€œTelah mengabarkan kepadaku Yunus Ibnu Yazid dan Malik dari Ibnu Syihab dari Urwah ia berkata, โ€œSeluruh istri-istri Nabi menolak memasukan seseorang yang sudah dewasa ke rumah mereka dengan cara penyusuan seperti itu, yaitu penyusuan anak yang sudah dewasaโ€. Kami berkata kepada Aisyah, โ€œDemi Allah kami tidak memandang perintah Rasulullah shalla-Llahu alaihi wa sallam kepada Sahlah melainkan sebagai rukhsah dalam penyusuan Salim aja yang didapat dari Rasulullah shalla-Llahu alaihi wa sallam. Seseorang tidak akan masuk rumah kami dengan semacam penyusuan ini dan seseorang tidak akan dapat melihat kamiโ€. Sunan an-Nasaโ€™i no. 553Dari pembahasan di atas penulis sampai pada kesimpulan bahwa hadits penyusuan terhadap orang dewasa dan bayi bukanlah nasikh-mansukh; penyusuan terhadap orang dewasa hukumnya tidak sah dan tidak membuatnya menjadi mahram; kasus Salim yang menjadi saudara sesusu merupakan bentuk kekhususan takhshis bagi salim; hukum takhsis seperti kasus Salim bisa berlaku bagi siapapun yang mengadopsi anak sejak bayi namun saat itu sang ibu tidak memiliki ASI untuk diberikan kepada bayinya dan ASI itu baru muncuk ketika anak itu dewasa, maka sah memberikan ASI kepada anak adopsi yang sudah dewasa jika memang sulit dipisahkan dari rumah ibu angkatnya. WaLlahu Aโ€™lam Berhubungan seksual di masa menyusui bisa menimbulkan sensasi dan tantangan tersendiriBerhubungan seksual adalah salah satu cara memuaskan hasrat biologis mama maupun papa. Mama dan pasangan akan mencoba berbagai gaya berhubungan seksual agar tidak mudah bosan. Salah satu aktivitas seksual yang kerap dilakukan adalah mengisap puting istri. Namun, berhubungan seksual di masa menyusui bisa memiliki sensasi dan tantangan tersendiri. Pasalnya, Papa bisa secara tidak sengaja maupun sengaja minum air susu mama. Lantas, bolehkah hal itu dilakukan menurut hukum islam? Seperti diketahui, Islam juga mengatur tentang gaya hubungan seksual, mulai dari apa yang boleh dilakukan, yang boleh dibicarakan, hingga manfaat dari hubungan bawah ini, rangkum ulasan seputar hukum meminum air susu istri menurut Suami boleh mengisap puting payudara istriFreepik/ memperbolehkan Mama dan Papa untuk mencoba berbagai gaya berhubungan seksual jika tujuannya adalah memenuhi kebutuhan biologis masing-masing pasangan. Itulah sebabnya, Islam juga memperbolehkan Papa mengisap puting payudara mama. Mengisap puting mama bahkan disarankan oleh beberapa ulama karena hal itu adalah salah satu cara memenuhi kebutuhan biologis mama. Selain itu, mengisap puting mama juga cara Papa menikmati hubungan seksual. Editors' Picks2. Hukum menelan dan minum air susu istriFreepik/shurkin_sonSeperti dijelaskan di atas bahwa berhubungan seksual di masa menyusui memiliki tantangan tersendiri. Papa bisa secara tidak sengaja minum atau menelan air susu mama. Islam pun mengatur hukum meminum air susu istri saat berhubungan seksual. Ada dua pendapat mengenai menelan air susu mama. Ada pendapat yang memperbolehkan, namun ada pula yang menganggapnya sebagai makruh. Makruh artinya Papa mendapatkan pahala jika melakukannya dan tidak mendapatkan dosa apabila tidak melakukannya. โ€œBolehkah menyusu setelah dewasa? Ada yang mengatakan tidak boleh. Karena susu termasuk bagian dari tubuh manusia, sehingga tidak boleh dimanfaatkan, kecuali jika terdapat kebutuhan yang mendesak,โ€ bunyi fatwa Fathul Qadir 3/446. 3. Suami boleh minum air susu istri, jika . . .Freepik/wayhomestudioBerdasarkan fatwa Fathul Qadir dapat disimpulkan bahwa Papa diperbolehkan minum air susu mama apabila memiliki kebutuhan mendesak. Kebutuhan mendesak itu artinya air susu mama bisa digunakan untuk berobat atau menyembuhkan penyakit. Pendapat tersebut juga didukung oleh fatwa Al-Fatawa al-Hindiyah 5/355 yang berbunyiโ€œTentang hukum minum susu wanita, untuk laki-laki yang sudah baligh tanpa ada kebutuhan mendesak, termasuk perkara yang diperselisihkan ulama belakangan.โ€4. Minum air susu istri vs anak sepersusuanFreepik/gpointstudioPertanyaan selanjutnya adalah apakah minum air susu mama menjadikan Papa sebagai anak sepersusuan? Jawabannya adalah tidak. Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin pernah mengatakan,โ€œMenyusui orang dewasa tidak memberi dampak apapun, karena menyusui seseorang yang menyebabkan adanya hubungan persusuan adalah menyusui sebanyak lima kali atau lebih dan dilakukan di masa anak itu belum usia disapih.โ€Pernyataan tersebut juga didukung oleh Fatawa Islamiyah yang menyebut,โ€œAdapun menyusui orang dewasa tidak memberikan dampak apapun. Oleh karena itu, andaikan ada suami yang minum ASI istrinya, maka suami ini hukumnya tidak kemudian menjadi anak sepersusuannya,โ€ Fatawa Islamiyah, 3/338.Rasulullah juga pernah bersabda bahwa anak sepersusuan memiliki arti mengisap ASI untuk menghilangkan rasa lapar. โ€Sesungguhnya susuan itu hanyalah yang mengenyangkannya dari rasa lapar.โ€ HR. Bukhori MuslimKesimpulannya adalah Papa tidak akan mendapatkan dosa apabila minum atau menelan air susu mama. Namun, sebaiknya, Papa tidak melakukannya kecuali untuk kepentingan itu, Papa masih bisa mencium atau mengisap puting mama karena hal itu bisa memenuhi kebutuhan hasrat biologis mama dan papa. Nah, itulah informasi terkait hukum meminum air susu istri menurut Islam. Semoga informasi ini bermanfaat ya, jugaWaspada! 8 Penyebab Perdarahan akibat Hubungan Seks saat KehamilanApakah Aman Jika Memakai Pelumas untuk Berhubungan Seks saat Hamil?7 Hal yang Dialami Janin saat Berhubungan Seks di Masa Kehamilan

hukum menyusui orang dewasa